Minggu, 14 September 2014

Salah Menafsirkan

Dia kembali datang,
tapi kini dengan tampilan yang tak biasa..
Dia menawarkanku sebuah tarian..
Aku terima,
namun rupanya aku salah menafsirkan..
Aku terlalu hanyut
dalam tarian pemujaan..
Iya, tarian pemujaan..
Ragaku seperti haus akan setiap gerakan yang dicontohkannya..
Mataku nakal tak kala melihat setiap gerakan matanya..
Pikiranku menerobos batas kebenaran..

Salah..
Iya, ini kesalahan..
Aku salah menafsirkan..


Tidak ada komentar:

Posting Komentar